Tutup Layanan GoLife dan GoFood Festival, Gojek Rumahkan 430 Karyawan

0
20
Gojek Rumahkan 430 Karyawan Seiring Penutupan layanan GoLife dan GoFood Festival
Gojek Rumahkan 430 Karyawan Seiring Penutupan layanan GoLife dan GoFood Festival

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Secara resmi mulai tanggal 27 Juli 2020, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) akan melakukan penutupan layanan GoLife dan GoFood Festival sebagai imbas dari pandemi Covid-19. Konsekuensi dari hal ini, maka Gojek akan merumahkan 430 karyawannya (9 % dari total karyawan Gojek, red).

Pengumuman penutupan itu, disampaikan kepada seluruh karyawan dalam 16 sesi pertemuan yang digelar, Selasa (23/6/2020). Dalam kesempatan itu juga diumumkan pula penghentian layanan non-inti yang terdampak pandemi dan perampingan struktur perusahaan secara menyeluruh.

“Layanan yang dihentikan yakni GoLife, yaitu meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi. Ini merupakan satu-satunya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah situasi Covid-19,” tulis Gojek dalam keterangan resminya.

Dengan keputusan itu, GoJek memutuskan untuk fokus di core bussiness yang ada di aplikasi GoJek, yaitu memperkuat dan fokus kepada bisnis transportasi, pesan-antar makanan, dan uang elektronik.

Keputusan ini diambil, karena kedua bisnis tersebut, yakni GoLife dan GoFood Festival dikatakan membutuhkan interaksi jarak dekat dan ini mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan pandemi Covid-19.

Lebih jauh, dikatakan bahwa langkah tersebut membuat perusahaan dapat menggunakan sumber daya yang ada untuk memperkuat fokus kepada bisnis yang memiliki dampak paling luas, khususnya mencakup tiga layanan inti.

Di samping juga layanan yang menunjukkan hasil pertumbuhan yang menjanjikan di tengah pandemi seperti bisnis logistik, yang tumbuh 80 % sejak awal pandemi atau layanan belanja kebutuhan sehari-hari (grocery) yang telah naik dua kali lipat.

Sebagai informasi, Gojek tumbuh secara eksponensial sejak aplikasi ini diluncurkan pada 2015 dan telah menjadi super app dengan lebih dari 170 juta pengguna di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara. Perusahaan pun akan terus menyediakan berbagai layanan termasuk melalui kerja sama dengan berbagai mitra bisnis terbaik di bidangnya seperti Halodoc atau Kitabisa.

Terkait dengan penutupan layanan GoLife yang berdampak kepada mitra GoLife karena pandemi Covid-19, Gojek akan memberikan dukungan berupa “Program Solidaritas Mitra Covid-19” kepada mitra yang aktif menggunakan platform sebelum adanya pembatasan akibat Covid-19.

Hal tersebut berupa program peningkatan keterampilan melalui pelatihan online yang dapat menjadi bekal jangka panjang untuk memperoleh penghasilan tambahan. Selain itu, Gojek juga akan memberikan program bantuan dana tunai untuk mitra aktif yang memenuhi kriteria

Adapun, karyawan Gojek yang terdampak dengan keputusan ini akan mendapat benefit termasuk pesangon di atas standar yang ditetapkan pemerintah. Dimana karyawan yang terdampak akan menerima pesangon (perusahaan menetapkan minimum gaji 4 pekan) ditambah tambahan 4 pekan gaji untuk setiap tahun lamanya bekerja.

“Kami juga tidak mewajibkan karyawan yang terdampak untuk bekerja saat sudah memasuki periode pemberitahuan, supaya karyawan dapat fokus memikirkan mengenai rencana mereka di masa mendatang. Namun, kami tetap akan membayar gaji mereka secara penuh,” terangnya.

Kemudian, perusahaan memberika masa tunggu (annual cliff) bagi karyawan yang memiliki hak kepemilikan saham akan dihapus, sehingga karyawan yang meninggalkan Gojek dapat memiliki saham di perusahaan yang telah mereka bangun.

Terkait dengan pembayaran cuti tahunan dan hak lainnya, perusahaan akan membayarkan cuti tahunan yang tidak digunakan, selain juga hak-hak lainnya termasuk cuti melahirkan. Juga karyawan perusahaan yang terdampak dapat tetap memiliki laptop mereka untuk membantu mencari peluang lain.

Lebih jauh, Gojek juga memperpanjang asuransi kesehatan untuk memastikan kebutuhan terkait kesehatan karyawan yang terdampak tetap dapat terpenuhi. Perusahaan akan memperpanjang skema asuransi kesehatan bagi karyawan yang terdampak dan juga bagi keluarga mereka hingga 31 Desember 2020.

“Perpanjangan program bantuan karyawan ini dilakukan guna memperhatikan kondisi emosional dan psikologis karyawan yang terdampak. Oleh karena itu, kami memperpanjang masa dukungan kami, mencakup program layanan kesehatan mental, finansial, dan konsultasi lainnya selama tiga bulan ke depan,” kata pihak Gojek.

Gojek juga telah menghadirkan bisnis baru seperti penjualan barang kebutuhan sehari-hari dan makanan ‘siap masak’ di layanan GoFood, serta meningkatkan layanan pengiriman. (JM01)