Transaksi Lumbung Pangan Jatim Tembus Rp 1,96 Miliar

0
93
Transaksi Lumbung Pangan Jatim Tembus Rp 1,96 Miliar

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Program Lumbung Pangan Jatim yang digagas Gubernur Khofifah Indar Parawansa sejak 21 April 2020 lalu terbukti mendapatkan minat besar dari masyatakat. Tercatat per hari Minggu (3/5/2020), data transaksi penjualan Lumbung Pangan Jatim tembus mencapai angka Rp 1,96 miliar.

Total transaksi tersebut merupakan akumulasi transaksi dari tiga metode penjualan yang dibuka dalam layanan Lumbung Pangan Jatim, yaitu penjualan melalui outlet di Jatim Expo, penjualan online gratis ongkir melalui website http://www.lumbungpanganjatim.com, serta penjualan dengan cara pre-order drive-thru lewat aplikasi Meeber.

Berdasarkan data dari penyelenggara Lumbung Pangan Jatim, beberapa komoditas pangan yang paling diburu masyarakat adalah gula, beras, minyak goreng, telur, bawang putih, mie instant, kecap, dan produk produk frozen seperti ayam, ikan, dan buah beku.

Transaksi Lumbung Pangan Jatim Tembus Rp 1,96 Miliar

Untuk komoditas gula bahkan nilai transaksinya mencapai Rp 601 juta, dengan rata-rata penjualan mencapai 4 sampai 8 ton per harinya. Khusus untuk komoditas gula ini, dibatasi per orang maksimal dua pack gula dengan harga Rp 12.500,- per kg.

“Per tanggal 3 Mei ini, nilai transaksi Lumbung Pangan Jatim sudah tembus Rp 1,96 miliar. Padahal program ini akan berlangsung hingga bulan Juli,” terang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa.

Khofifah juga menjelaskan, bahwa seluruh komoditas di Lumbung Pangan Jatim ini dijual di bawah harga pasar.

“Ini tentunya akan membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Khofifah juga menambahkan, peminat belanja online free ongkir disini ternyata cukup banyak. Dalam sehari yang belanja online rata-rata sampai 389 orang sehari dan semuanya diantar oleh driver ojek online dan PT. Pos Indonesia.

“Satu orang driver ojek online bahkan bisa mengantar tiga sampai empat bahkan beberapa ada yang mendapat sampai tujuh pengiriman belanjaan,” ucapnya.

Hal ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen kuat untuk turut mengatasi dampak sosial ekonomi akibat covid-19 dan juga pemberlakuan PSBB di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, dengan memberdayakan driver ojek online di Lumbung Pangan Jatim ini.

Sedangkan untuk pembelanjaan offline melalui outlet Jatim Expo, dikatakan Khofifah, masyarakat tetap dipantau ketat untuk menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19. Setiap waktunya, hanya ada 50 orang yang diperbolehkan untuk masuk secara bersamaan ke dalam gedung penjualan. Dan mereka juga dicek suhu tubuh, harus menggunakan masker dan wajib menerapkan physical distancing.

“Jumlah pengunjung offline di JX mencapai 15.304 orang sejak tgl 21 april sampai 3 Mei 2020, dgn rata rata pengunjung sekitar 1.177 orang per harinya,” tambah Khofifah.

Rata-rata mereka yang belanja online maupun yang belanja secara langsung di outlet Jatim Expo memiliki transaksi pembelanjaan antara Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu.

“Ini menunjukkan bahwa program Lumbung Pangan Jatim tepat sasaran, karena mereka yang membeli lebih banyak adalah orang yang membeli sesuai kebutuhan, bukan untuk menimbun, bahkan banyak yang belanja Rp 50-60 ribu melalui website dapat free ongkir sampai Rp 40 ribu sekali transaksi,” lanjutnya.

Dalam waktu dekat, Lumbung Pangan Jatim juga akan menyiapkan program cash on delivery (COD,) kerjasama dengsn PT. POS. Hal ini untuk memperluas layanan kepada masyarakat yang tidak harus keluar rumah untuk belanja kebutuhan pokok. (JM01)