Qasir Genjot Pertumbuhan 230 Ribu Usahawan Mikro dengan Bangun Ekosistem Melalui Kolaborasi Start-Up

0
39
Qasir Genjot Pertumbuhan 230 Ribu Usahawan Mikro dengan Bangun Ekosistem Melalui Kolaborasi Start-Up

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – PT. Solusi Teknologi Niaga (Qasir) terus berusaha mengembangkan ekosistem yang terintegrasi bagi pelaku UMKM di Indonesia. Salah satunya dengan mengembangkan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan rintisan yang memiliki keahlian spesifik dalam menjawab berbagai tantangan yang kerap dihadapi UMKM.

CEO Qasir Michael Williem menyatakan, keinginan untuk naik kelas bagi usahawan mikro pada dasarnya sangat besar, namun terhambat keterbatasan untuk mencari peluang yang ada.

“Pesatnya teknologi kerap membuat usahawan mikro dan kecil gigit jari karena mereka terancam tergerus oleh persaingan. Karenanya, sejak awal didirikan, semangat kami adalah merangkul mereka untuk ikut mengembangkan usaha lewat inovasi digital. Salah satunya membuka akses mereka ke berbagai layanan fintech dan teknologi yang sudah diintegrasikan ke dalam aplikasi Miqro milik Qasir,” terang Michael.

Semangat Kolaboratif Qasir Permudah Akses Usahawan Mikro Berkembang

Melalui layanan Miqro, Qasir juga membantu mempercepat proses inklusi keuangan dengan menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang rapi secara digital.

“Data internal kami menunjukkan bahwa pencatatan yang kurang rapi membuat mereka tidak memenuhi syarat sebagai kreditur. Sehingga mereka sulit menambah modal kerja untuk berkembang,” lanjutnya.

Berangkat dari masalah itu, serta semangat memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi usahawan mikro, Qasir menjalin kerjasama dengan fintech Peer to Peer (P2P) Lending seperti Koinworks dan Qazwa.

Uniknya, pendanaan yang difasilitasi Qasir melalui kedua fintech ini bukanlah dalam bentuk dana segar, namun dalam bentuk kredit produktif yaitu pembelian stok barang untuk dijual kembali, yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan.

Besaran ini diukur berdasarkan  behaviour belanja tiap pengguna aplikasi, yang datanya sudah terekam dalam sistem Qasir, yaitu mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.  Hingga saat ini, Qazwa dan Koinworks sudah menyalurkan pendanaan kepada ratusan usahawan Miqro dengan total angka menembus angka milyaran rupiah.

Chief Marketing Officer (CMO) Qasir, Rachmat Anggara, berharap kolaborasi ini dapat menciptakan ekosistem yang mampu menggenjot lebih banyak usahawan mikro untuk berkembang.

“Hanya dengan rutin berbelanja melalui aplikasi Miqro, usahawan bahkan tidak perlu repot menyiapkan segala macam persyaratan yang rumit untuk mendapat pendanaan ini. Cukup berbekal rekomendasi dari kami berdasarkan catatan pembelanjaan tadi yang jelas validasinya, pihak fintech sudah bisa mencairkan pendanaan ini. Harapan kami, para usahawan mikro bisa mendapatkan pendanaan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan usahanya,” tutur Angga.

Inisiatif Qasir dalam memberikan pilihan ke akses permodalan fintech sejalan dengan arahan pemerintah melalui Bank Indonesia. Dimana Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menilai, UMKM perlu lebih banyak mengadopsi ekonomi digital, dan menetapkan target target inklusi keuangan sebesar 75%.

Hal ini dikarenakan, masih ada sekitar 60 juta UMKM yang belum tersentuh perbankan dan karenanya perlu ada campur tangan dari perusahaan-perusahaan e-commerce dan fintech untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia yang lebih optimal. Sinergi antar lembaga juga menjadi poin yang sangat dianjurkan pemerintah untuk mewujudkan adopsi ekonomi digital, mendorong inklusi serta menciptakan stabilitas ekonomi.

Selain Koinworks dan Qazwa, perusahaan lainnya yang telah berkolaborasi dengan Qasir antara lain; Perusahaan e-commerce komoditas pertanian dan bahan baku harian, TaniHub dan Tukangsayur.co. Kemudian ada juga Perusahaan logistik, Kerry Express; serta Payment Gateway, DANA dan OVO.

Tercatat sejak awal tahun 2020 ini, transaksi yang terekam di dalam sistem Qasir mencapai Rp 76 Miliar setiap minggunya. Hal ini menandakan, potensi bisnis usaha mikro dan kecil yang demikian besar. Karenanya keberadaan pengusaha di skala ini perlu lebih banyak pendampingan agar bisa bertahan dalam persaingan serta perkembangan teknologi. (JM01)