Prof Nasih Kembali Dilantik Jadi Rektor UNAIR

0
51
Prof Nasih Kembali Dilantik Jadi Rektor UNAIR
Prof Nasih Kembali Dilantik Jadi Rektor UNAIR

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Setelah melewati proses pemilihan sejak Januari 2020, Prof Moh Nasih kembali terpilih menjadi Rektor Universitas Airlangga (UNAIR).

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Airlangga Prof Hatta Ali melantik Prof Moh Nasih sebagai Rektor UNAIR Periode 2020-2025. Pelantikan itu dilaksanakan pada Selasa (16/6/2020) bertempat di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Kampus C UNAIR.

Penetapan Rektor UNAIR Periode 2020-2025 terpilih berdasar Rapat Pleno MWA UNAIR yang berlangsung pada 31 Maret 2020 lalu secara daring atau online. Pemilihan rektor yang untuk kali pertama dilakukan secara online tersebut dipimpin langsung di Jakarta oleh Ketua MWA UNAIR M. Hatta Ali yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA).

“Proses penjaringan dan seleksi tidak hanya akuntabel, yaitu digunakannya musyawarah mufakat oleh MWA. Dari itu semua, kita yakin UNAIR akan dapat lebih maju lagi sebagai universitas yang terpandang, diakui dunia, dengan tetap menjunjung tinggi nilai excellence with morality,” ujar Prof Hatta Ali.

Dalam pelantikan itu, Prof Hatta Ali juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap seluruh tenaga kesehatan di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan Rumah Sakit Khusus Inveksi (RSKI), termasuk dokter, koas, staf administrasi, relawan, dan peneliti UNAIR yang dengan tulus ikhlas berada di garda depan membantu penanganan dan penyembuhan pasien Covid-19.

Ia juga mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya dokter RSUA alm. Miftah Sarengat yang meninggal akibat berjuang melawan Covid-19.

“Pada saat yang sama kita patut berbangga pada kontribusi nyata UNAIR menemukan kombinasi obat untuk Covid yang ditemukan dr Purwati,” terang Prof Hatta Ali.

Terpilih Atas Musyawarah Mufakat

Sementara itu, Rektor UNAIR Prof Moh Nasih menegaskan bahwa proses memilihan rektor UNAIR secara musyawarah telah berlangsung hingga tiga periode. Menurutnya, kebiasaan musyawarah mufakat adalah iklim yang baik untuk mendukung aktivitas di perguruan tinggi.

“Kebiasaan musyawarah mufakat menjadi sangat baik dan mendukung proses aktivitas di perguruan tinggi. Karena dengan musyawarah mufakat, tentu tidak ada lagi kotak-kotak dan sekat-sekat,” ucap Rektor.

Model musyawarah mufakat ini, lanjutnya, merupakan model yang sangat baik untuk diteruskan, khususnya level perguruan tinggi yang mestinya dijauhkan dengan aspek yang sifatnya politis.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam pelantikan rektor kali ini. Di antaranya Ketua MWA Prof Hatta Ali, Ketua Senat Akademik Prof Djoko Santoso, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Prof. Muhajir Effendy, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, dan sejumlah tamu internal.

Rekor MURI Pemilihan Rektor Secara Daring

Disisi lain, pemilihan rektor ini sendiri berhasil masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemilihan rektor pertama yang dilakukan secara online.

Direktur MURI, Prof. Dr. Jaya Suprana memberikan penghargaan kepada Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA periode 2020-2025 sebagai perguruan tinggi pertama yang menyelenggarakan pemilihan rektor secara daring di Indonesia bahkan dunia.

Simbolisasi penyerahan piagam dilaksanakan langsung dalam acara pelantikan Rektor Universitas Airlangga periode 2020-2025 pada Selasa (16/6/2020) secara daring di akun zoom dan youtube UNAIR. (JM01)