Masyarakat Harus Hidup dalam Paradigma Baru

0
811
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto
Masyarakat Harus Hidup dalam Paradigma Baru

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Pandemi Covid-19 telah merubah banyak hal, termasuk cara hidup baru dalam masayarakat, bukan hanya Indonesia, tetapi juga dunia. Apalagi diperkirakan wabah virus corona ini masih akan bertahan hingga ditemukannya vaksi yang belum diketahui kapan.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, kita masih akan melalui tahapan-tahapan yang cukup berat, dimana situasi yang sedang kita hadapi belum normal.

“Bahkan seluruh dunia sudah mengakui ini bahwa kita di seluruh dunia ini tidak bisa kembali ke kondisi normal seperti jaman dulu lagi sebelum ada pandemi Covid-19,” katanya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (24/5/2020).

Yurianto juga meminta masyarakat untuk mulai mempunyai paradigma baru guna mengantisipasi pandemi Covid-19 berkepanjangan

“Kita harus membuat paradigma baru, kita harus mengubah kebiasaan-kebiasaan kita menuju ke kebiasaan yang baru,” ujar Yuri

Meski diharuskan hidup normal dengan cara baru, lanjutnya, produktivitas masyarakat tidak boleh mundur setapak pun. Namun, produktivitas masyarakat tersebut harus dibarengi dengan mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemeritah agar aman dari Covid-19.

“Inilah strategi yang harus kita lakukan, dengan mengubah cara hidup kita masing-masing,” terang Yurianto.

Untuk itu, terang Yurianto, pihaknya meminta dan mengharapkan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan paradigm baru dengan mentaati pola hidup secara bersih dan sehat.

Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat agar terus membiasakan diri untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir.

“Kita harus mulai selektif, mulai memilih dan memilah, untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di luar rumah, dan menggunakan masker apabila di luar rumah,” pungkasnya.

Pemerintah telah mengonfirmasi terdapat penambahan pasien sembuh Covid-19 sebanyak 153 orang, sehingga secara total pasien sembuh hingga kini sebanyak 5.402 orang. Sementara penambahan kasus meninggal dunia akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir tercatat sebanyak 21 orang sehingga total meninggal dunia sebanyak 1.372 orang.

Sedangkan kasus positif Covid-19 bertambah 526 orang, atau secara total pasien positif virus corona di Indonesia hingga kini sebanyak 22.271 orang. Sementara sebanyak 404 kabupaten dan kota yang tersebar di 34 provinsi telah terdampak penyebaran virus corona. (JM01)