Konsumsi BBM Turun Selama Ramadhan dan Lebaran

0
2
Konsumsi BBM Turun Selama Ramadhan dan Lebaran
Konsumsi BBM Turun Selama Ramadhan dan Lebaran

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Menjelang berakhirnya masa aktif Satuan Tugas Ramadhan, Idul Fitri dan Covid-19 (RAFICO) 2020, Pertamina mencatat beberapa indikasi perubahan yang terjadi di masyarakat terkait jumlah konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) yang turun, serta kesiapan distribusi energi, khususnya di Jawa Timur.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, Rustam Aji menyampaikan, masa pandemi Covid-19 membawa perubahan dengan data tren konsumsi BBM yang terus menurun, sejak awal Bulan Ramadhan, hingga seminggu pasca Hari Raya Idul Fitri.

Selama bulan puasa, lebaran hingga H+6 hari raya tahun ini, lanjutnya, Pertamina mencatat konsumsi BBM mengalami penurunan untuk produk Premium dan Perta Series (Gasoline) di Jawa Timur sampai dengan akhir bulan Mei (31/5) turun 32% dibanding dengan konsumsi pada masa satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) Tahun 2019.

“Hal ini juga terjadi pada produk Biosolar dan Dex Series (Gasoil) yang juga turun sebesar 25%,” terang Rustam dalam kegiatan Halal Bi Halal Virtual Media Partner Surabaya, Kami (4/6/2020).

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, Rustam Aji
Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, Rustam Aji

Rustam juga menyampaikan, tahun lalu, rerata penyaluran harian untuk konsumsi BBM jenis Gasoline di Jawa Timur selama masa aktif Satgas RAFI mencapai 14.200 Kilo Liter (KL) per hari, namun di tahun ini turun menjadi 9.700 KL.

“Hal yang sama juga terjadi pada angka rerata penyaluran harian produk jenis Gasoil yang turun dari 5.800 KL menjadi 4.300 KL per hari,” tambahnya.

Sementara di produk LPG, lanjut Rustam, penyaluran untuk sektor rumah tangga sampai H+6 hari raya Idul Fitri 2020 juga menunjukkan tren turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Rerata penyaluran harian di periode tersebut pada tahun ini turun 6 persen di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Sepanjang periode pemantauan Tim Satgas RAFICO tahun ini, kami salurkan LPG untuk sektor rumah tangga rata-rata sebanyak 4.000 Metrik Ton (MT) per hari. Ini turun jika dibanding rata-rata penyaluran harian tahun lalu yang berjumlah sekitar 4.300 MT per hari,” tambah Rustam.

Pertamina Jalankan Protokol New Normal

Menyesuaikan dengan situasi di masa pandemic Covid-19, Pertamina juga terus berinovasi dalam layanan kepada masyarakat, dengan menerapkan standard operating procedure (SOP) yang sesuai dengan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan yang disarankan ketentuan kesehatan, saat ini sudah menjadi hal wajib bagi para operator di SPBU dan Agen distribusi LPG yang melayani kebutuhan energi secara langsung di tengah-tengah masyarakat,” tambah Rustam.

Penerapan tata laksana baru dalam menjalankan proses bisnis di perkantoran Pertamina juga sudah dilaksanakan. Seperti mengoptimalkan sarana rapat online, membawa makan siang dan alat makan pribadi dari rumah, physical distancing di area kerja, surat izin sebagai prosedur tambahan untuk pekerja yang akan keluar-masuk kantor dalam melaksanakan aktivitas serta pengawasan berlapis untuk penerimaan tamu secara fisik di perkantoran.

“Kami juga terus mendorong konsumen agar bertransaksi membeli BBM dan LPG secara non tunai melalui aplikasi MyPertamina yang terkoneksi dengan LinkAja. Selain lebih mudah dan nyaman, juga ini akan mengurangi resiko penyebaran wabah Covid-19 melalui uang tunai,” pungkas Rustam. (JM01)