Khofifah Terjunkan Tim Covid-19 Hunter ke Daerah Untuk Screening Massal

0
182
Aktivitas Tim Covid-19 Hunter di Tulungagung
Khofifah Terjunkan Tim Covid-19 Hunter ke Daerah Untuk Screening Massal

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Berbagai upaya dan terobosan-terobosan guna menekan dan menghentikan penyebaran covid-19 terus dilakukan oleh Pemprov Jatim. Salah satu yang dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kali ini adalah membentuk dan menerjunkan tim Covid-19 Hunter guna melakukan screening atau tes massal.

Screening atau tes massal ke beberapa daerah di Jatim yang memiliki jumlah OTG maupun PDP diatas 52 persen ini, mencakup rapid tes untuk screening awal, dan bagi yang hasilnya reaktif ditindaklanjuti dengan swab tes dengan PCR dan Tes Cepat Molekular (TCM).

Sepuluh Kabupaten tersebut yaitu Kab. Sidoarjo, Kab. Kediri, Kab. Tulungagung, Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Nganjuk, Kab. Lamongan, Kab. Madiun, Kab. Jember, dan Kab. Probolinggo. Sedangkan khusus untuk Kota Surabaya telah dilakukan tes mobile secara massal.

“Tim Covid-19 hunter akan bergerak mulai besok menyasar Kab. Sidoarjo, Kab. Gresik, Kab. Tulungagung, Kab. Kediri , Kota Kediri  dan Bangkalan. Petugas akan disana empat sampai lima hari melakukan rapid test dan swab secara massal,” jelas Khofifah, Kamis (4/6/2020) malam.

Untuk mekanismenya, nama-nama OTG dan PDP telah didata oleh Dinkes Kabupaten/Kota masing-masing dan dijadwalkan harian untuk melaksanakan tes agar bisa menghindari kerumunan.

Khofifah juga menambahkan, tim Covid-19 Hunter akan turun mulai hari ini jum’at (5/6/2020), yang akan berada di lapangan 4-5 hari sehingga warga yang teridentifikasi  OTG  dan PDP dapat di rapid tes dan jika reaktif  akan di swab secara langsung.

“Jika hasil PCR test menunjukkan positif maka langsung dirujuk ke rumah sakit agar segera mendapatkan treatment sehingga diharapkan juga segera sembuh ,” tegas Khofifah.

Tingginya angka OTG dan PDP di beberapa daerah, lanjut Khofifah, menjadi alasan utama mengapa tim Covid19 Hunter ini diturunkan di daerah-daerah tersebut. Apalagi, saat ini  OTG yang berpotensi positif Covid-19 bisa mencapai sekitar 35% sementara PDP berpotensi positif Covid-19 sampai 55%.

“Saya ambil contoh misalnya Bangkalan, Bangkalan ini tercatat PDP nya 34, tetapi OTG nya sudah 708 jadi artinya bahwa OTG yang tinggi jika tidak segera dirapid test kalau reaktif tidak segera diswab maka ada kekhawatiran dia tanpa gejala tapi dia carrier, maka potensi menyebarkan atau menularkan virus Covid-19. Hal ini juga terjadi di Tulungagung dan daerah lainnya,” jelasnya.

Oleh Karena itu imbuh Khofifah, saat ini antara PDP dan OTG sama-sama beresiko tinggi. Karenanya, tim teknis yang diturunkan ke daerah adalah dengan formasi lengkap sebagai upaya untuk mencegah sampai tahapan menghentikan penyebaran covid19 di Jawa Timur.

“Kami memutuskan untuk turun bersama tim lengkap dengan komponen dokter, analis, dan perawat. Serta menyediakan rapid test, Virus  Transport Medium (VTM) dan cartridgenya. Sedangkan, petugas pengambil swab disiapkan dari kabupaten/kota,” terangnya.

Gubernur Khofifah berharap, upaya dari Pemprov ini mendapat dukungan dari Bupati dan Walikota daerah-daerah tersebut. Sehingga kebersamaan dan sinergi yang terbentuk benar-benar dapat signifikan menekan bahkan menghentikan penyebaran covid-19 di Jawa Timur.

“Karena itu saya mohon kepada para bupati atau walikota untuk bisa bersinergi, bersama dan terus bergotong royong. Sehingga, percepatan memutus mata rantai Covid-19 bisa kita lakukan bersama sama,” pungkasnya. (JM01)