Kemenaker Siapkan 2.000 BLK Komunitas Hingga Tahun 2020

0
5
Kemenaker Siapkan 2.000 BLK Komunitas Hingga Tahun 2020

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan kesiapannya untuk melatih dan meningkatkan kompetensi masyarakat dalam memasuki pasar kerja melalui program di Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, atau unit pelatihan kerja yang didirikan di lembaga pendidikan keagamaan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas (Binalattas) Kemenaker, Surya Lukita Warman menjelaskan, BLK Komunitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, agar mampu melahirkan SDM yang memiliki karakter baik, sekaligus memiliki keterampilan berwirausaha.

“Pada tahun 2019, Kemenaker akan membangun dan mengembangkan BLK Komunitas di 1.000 lokasi. Sementara pada 2020 ditargetkan terwujud 2.000 BLK Komunitas,“ katanya dalam keterangan pers Biro Humas Kemenaker di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Terobosan merevitalisasi BLK dan gencarnya aktivitas BLK di seluruh Indonesia ini, lanjutnya, adalah sebagai upaya menggenjot peningkatan kompetensi kualitas SDM agar berdaya saing di pasar kerja.

“BLK Komunitas merupakan salah satu upaya pemerintah mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat sekitar pesantren, berupa karakter, softskill sekaligus membekali keterampilan kepada lulusan pesantren,” terang Surya.

Surya juga berharap BLK Komunitas ini mampu membantu pemerintah untuk mempercepat melakukan masifikasi peningkatan kompetensi masyarakat dan mengatasi kesenjangan antara kebutuhan pasar kerja dan kompetensi alumni pesantren, sehingga di masa depan semakin kuat dan berperan mengatasi kemiskinan.

Dalam pengembangan BLK Komunitas, Kemenaker terus memberdayakan keberadaan BLK-BLK di seluruh Indonesia, dimana salah satunya adalah BLK Makassar yang membina sebanyak 21 BLK Komunitas, diantaranya 18 BLK Komunitas di Sulawesi Selatan yang pembangunannya hampir rampung 100% dan tinggal menunggu bantuan peralatan untuk memulai aktivitas pelatihan.

“Sementara 3 BLK Komunitas lainnya yang dalam proses pembangunannya yakni Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Makassar (Sulsel); dan dua di Sulut yakni Ponpes Al Luthfi, Lolanan (Bolmong), dan Sekolah Aliktab Langowan (Minahasa),” tambahnya.

Sementara Muhammad Ridwan selaku Pengelola BLK Komunitas Ponpes Manbaul Ulum di Maros, Sulsel, sangat berterimaksaih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan berupa pembangunan gedung BLK Komunitas dan bisa tuntas pada awal 2020.

“Bantuan ini sangat bermanfaat karena akan memudahkan masyarakat sekitar Ponpes berlatih untuk menambah penghasilan mereka. Termasuk diantaranya adalah pelatihan menjahit yang sangat membantu kaum ibu dan remaja putri,” kata Ridwan.

Ridwan juga menegaskan bahwa untuk menjadi peserta pelatihan di BLK Komunitas Mambaul Ulum tidak ada pembatasan usia, karena BLK merupakan long life learning atau pembelajaran seumur hidup. (JM02)