Indonesia Tak Akan Lakukan Lockdown

0
129
Indonesia Tak Akan Lakukan Lockdown

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Pemerintah Indonesia tidak akan menerapkan kebijakan lockdown, kendati pasien positif corona terus bertambah. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, yang menyatakan bahwa kepastian untuk tidak memberlakukan kebijakan lockdown ini telah ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo.

“Pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi yang juga menginstruksikan ke saya, menegaskan tidak akan ada lockdown di Indonesia. Jawaban saya ini semoga bisa jadi kepastian bagi seluruh komponen masyarakat dan juga sahabat dari berbagai negara terutama yang berada di Jakarta,” terangnya, Sabtu (21/3/2020).

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo

Doni juga meminta kepada masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah untuk menerapkan social distancing. Karena diyakini apabila masyarakat patuh dengan imbauan itu, maka penyebaran dan jumlah masyarakat yang terpapar virus corona dapat dikendalikan.

“Imbauan ini sangat penting. Virus corona tidak kenal agama, suku dan kelompok sosial apapun. Sebab dalam waktu singkat virus ini bisa menular ke mereka yang kondisi fisiknya kurang sehat,” terang Doni, sambil menambahkan bahwa Gugus Tugas Covid-19 akan terus berusaha menjaga yang sehat tetap sehat dan yang sakit kita obati sampai sembuh.

Jika kepatuhan masyarakan terhadap imbauan social distancing rendah, lanjut Doni, maka risiko penularan makin terbuka, terutama bagi masyarakat yang memiliki kekuatan imunitas rendah.

“Ketika ada orang yang positif corona tidak terdeteksi dan berkumpul di tempat umum, mungkin orang lain yang sehat dan punya imunitas bagus tidak tertular, Namun kalau ada yang kesehatan terganggu seperti punya sakit jantung, diabetes atau penyakit bawaan lain, maka bisa tertular virus ini,” tambahnya.

Guna menekan potensi penyebaran virus corona, Doni juga meminta kepada msaayarakat untuk tidak beribadah di tempat ibadah dalam jumlah massa yang besar. Dia meminta para pemuka agama untuk ikut menyerukan anjuran tersebut demi kebaikan bersama.

Tercatat hingga saat ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif corona mengalami peningkatan 81 kasus menjadi 450 orang. Dari jumlah tersebut, 20 orang dinyatakan sembuh dan 38 orang lainnya meninggal dunia. Pemerintah juga menyatakan akan segera menyelenggarakan tes massal pada 600.000 hingga 700.000 warga. (JM01)