Hari Pertama UTBK Unair Berjalan Lancar meski Ada Syarat Rapid Test

0
22
Hari Pertama UTBK Berjalan Lancar meski Ada Syarat Rapid Test

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Siswa-siswi SMA se-Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mulai melakukan Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) serentak hari ini Minggu (5/7/2020), dengan suasana yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena UTBK 2020 kali ini digelar di tengah pandemi Covid-19.

Syarat-syarat pemenuhan protokol kesehatan menjadi hal utama dalam pelaksanaanya. Bahkan di Surabaya, pemerintah kota mewajibkan peserta UTBK melakukan rapid test terlebih dahulu.

Ketua Tim Pelaksana UTBK 2020 sekaligus Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, dalam keterangannya seusai memantau pelaksanaan UTBK di UNAIR dan seluruh Indonesia melalui daring menyatakan, secara umum pelaksanaan UTBK 2020 berjalan lancar.

Hari Pertama UTBK Berjalan Lancar meski Ada Syarat Rapid Test
Peserta UTBK jalani rapid test sebagai prasyarat

”Berjalan semua. Tadi saya sudah mengecek server juga dan sudah berjalan semua. Seratus persen sudah aktif. Ada beberapa kendala satu dua, tapi sudah bisa diatasi,” katanya.

Khusus untuk yang di UNAIR, lanjut Prof Nasih, sempat terjadi kendala sebelum ujian. Banyak peserta dan pengantar datang terlalu pagi, sementara pintu gerbang di sejumlah lokasi belum dibuka. Karena itu, peserta dan pengantar terlihat ada penumpukan. Meski demikian, secara umum pelaksanaan di pusat UTBK UNAIR berjalan baik.

Baca Juga : Surabaya Siapkan Rapid Test Gratis Untuk Peserta UTBK

“Ada satu dua barangkali yang agak terlambat, tapi tetap bisa masuk karena masih pada batas toleransi,” tambahnya.

Prof. Nasih mengaku seusai menerima surat imbauan dari Pemerintah Kota Surabaya soal hasil rapid test sebagai syarat ujian, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Termasuk di antaranya dengan beberapa pemimpin daerah di Jawa Timur.

”Alhamdulliah beberapa pemimpin daerah langsung merespons. Mereka tidak mengirimkan rapid test-nya ke sini, tapi memberikan pelayanan langsung di lokasi masing-masing. Ada Gresik, Lamongan, Sidoarjo, Kediri, Banyuwangi justru lebih awal. Dan, beberapa daerah lain,” ujarnya.

Mengingat pihaknya bertanggung jawab agar UTBK itu tetap berjalan dan bisa dilaksanakan dengan baik, Prof Nasih memastikan bahwa pihaknya harus men-support penuh dan kemudian mencari bermacam-macam sumber rapid test ke berbagai pihak. Misalnya berkoordinasi dengan PUSPAS UNAIR, rumah sakit,serta tentu dengan berbagai mitra lainnya.

”Kami berharap semoga nanti dapat di angka 20 ribu rapid test sehingga 60-70 persen peserta yang ada di UNAIR bisa dilayani dengan sebaik-baiknya. Ini pemeriksaanya gratis. Tapi, ya jangan semuanya ke sini, yang di daerah bisa memanfaatkan yang ada di daerah,” sebutnya.

Diketahui, Unair dapat bantuan dari BIN 4 ribu rapid test, kemudian dari BPBD Jawa Timur 2 ribu rapid test dan sejumlah APD, masker, hand sanitizer.

Jika melihat pada pelaksanaan hari pertama sesi pertama UTBK, Prof Nasih menyampaikan optimistismenya bahwa rapid test yang tersedia bisa mewadahi peserta UTBK. Dengan perhitungan pada sesi pertama di dua lokasi rapid test UNAIR, jumlah peserta rapid test 60 orang.

”Anggap saja sehari 200 orang, kita kemungkinan bisa melayani sampai akhir pelaksanaan UTBK ini berkaitan dengan rapid test. Dan kami sangat bersyukur paling tidak yang sudah berkomitmen dan barangnya sudah di dekat-dekat sini sudah di angka 6500–7000 an rapid test yang bisa kita manfaatkan,” tambahnya. (JM01)