Gubernur Jatim Perpanjang Masa Belajar di Rumah

0
3392
Gubernur Jatim Perpanjang Masa Belajar secara daring
Gubernur Jatim Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Terkait dengan pola pembelajaran secara daring di Jawa Timur telah dilakukan sejak Maret 2020, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memutuskan untuk memperpanjang masa kegiatan belajar mengajar para siswa secara daring atau online.

Ini berarti Khofifah, telah memperpanjang status belajar mengajar di rumah tersebut sebanyak tiga kali, selama adanya pandemi Covid-19.

Khofifah menjelaskan proses belajar siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Jawa Timur, akan dimulai pada 2 Juni 2020 dengan menggunakan metode daring hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

“SMA dan SMK, itu masuk pada 2 Juni 2020, itu pembelajaran di rumah. Mereka belajar di rumah, sampai ada penjelasan berikutnya,” kata Khofifah, Minggu (31/5/2020).

Khofifah menambahkan proses pembelajaran yang dilakukan secara daring tersebut, sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur, yang dikeluarkan pada 19 April 2020. Para guru, diharapkan bisa melanjutkan kurikulum siswa menggunakan metode pembelajaran daring itu, karena pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir.

“Siswa belajar di rumah, sampai ada penjelasan berikutnya. Para guru juga tetap akan melanjutkan kurikulum, sesuai dengan proses belajar mengajar di rumah,” tambahnya, sambil menjelaskan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), akan dimulai pada 8 Juni 2020, juga dengan menggunakan metode daring.

Sementara itu, sebagai bentuk penghargaan terhadap para tenaga medis hingga relawan Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan kuota sebesar satu persen dari total PPDB. Kuota tersebut diperuntukkan bagi anggota keluarga tenaga medis hingga relawan yang menangani Covid-19.

“Pada 8 Juni 2020, akan dimulai PPDB secara online, untuk SMA/SMK yang dalam koordinasi Pemprov. Kami, menyiapkan satu persen untuk keluarga tenaga kesehatan, apakah putra-putri dokter, perawat, hingga pengemudi kendaraan ambulans yang merawat pasien Covid-19,” terang Khofifah. (JM01)