Di era Covid-19, Layanan online BPJS Kesehatan Menjadi Pilihan Terbaik

0
35
Di era Covid-19, Layanan online BPJS Kesehatan Menjadi Pilihan Terbaik

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Dimusim pandemic Covid-19 seperti sekarang ini, keluar rumah menjadi alternative yang perlu dilakukan bila memang benar-benar ada keperluan. Namun bagaimana dengan persoalan keluar rumah terkait masalah pemeriksaan kesehatan?

Ternyata hal ini juga tidak harus selau dilakukan bila memang tidak urgent dan mendesak, karena dengan teknologi aplikasi kesehatan, masalah kesehatan yang biasa sudah cukup tertangani.

Hal ini pula yang disampaikan ibu Rini Luthfiah dari Perumahan Pantai Mentari Kenjeran Surabaya, yang merasa sangat terbantu dengan adanya teknologi yang mendukung kesehatan, utamanya yang dikelola BPJS Kesehatan.

Sebagai salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional / Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Rini menjelaskan bahwa pelayanan BPJS Kesehatan melalui aplikasi online dan komunikasi tanpa tatap muka menjadi sangat membantu didalam kondisi wabah Covid-19 ini.

“Saya merasa aplikasi ini sangat membantu kami dalam hal berinteraksi meski secara tidak langsung atau by online. Melali aplikasi Mobile JKN, kami dan keluarga bisa setiap saat berkonsultasi, berkeluh kesah tentang sakit anak saya serta hal-hal lain terkait kesehatan keluarga kami,” tutur Rini, Selasa (21/4/2020).

Rini juga menyampaikan bahwa selama musim virus corona ini, dirinya memang membatasi diri untuk keluar rumah. Bukan hanya untuk mendukung program pencegahan penyebaran Covid-19 dari pemerintah melalui sosial distancing, tetapi lebih karena ia ingin menjaga kesehatan keluarganya dan anaknya yang masih bayi.

Biasanya dalam melakukan kontrol untuk pengobatan anak bayinya, lanjut Rini, ia memeriksakannya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Klinik Pratama Mitra Medicare Surabaya. Apalagi dengan riwayat kesehatan anaknya yang memiliki Atrial Septal Defect (ASD) atau adalah salah satu jenis penyakit jantung bawaan dan riskan batuk.

“Namun dengan adanya kondisi pandemic seperti sekarang ini terpaksa pemeriksaan intensif saya pending dulu karena takut membahayakan kondisi anak saya. Karena itu saya sangat terbantu dengan adanya layanan online BPJS Kesehatan untuk melakukan telekonsultasi serta berkomunikasi melalui whatsapp hingga kami bisa berinteraksi dengan dokter,” terangnya.

Sementara untuk teknis melakukan perintah dokter jika proses interaksinya via online, Rini mengaku bahwa selama ini ketersediaan alat-alat pendukung medis dirumahnya memang sengaja telah disiapkan.

“Kalau cek seperti saturasi untuk oksigen saya ada. Begitu juga cek suhu tubuh atau temperatur saya punya. Dan sejauh ini kami juga merasa terbantu dengan dokter yang secara langsung mengajarkan bagaiamana proses seperti itu. Dan tentu ini juga semakin menambah pengetahuan saya,” tambah Rini.

Ibu yang suaminya bekerja sebagai salah satu kepala sekolah di Surabaya ini juga menjelaskan, bahwa sebagai peserta JKN-KIS, selama ia berobat baik datang langsung maupun via Mobile JKN, ia merasa sangat terlayani secara baik dan sangat puas.

“Karena secara prinsip dengan menjadi peserta JKN-KIS ini kita saling diuntungkan, maka saya juga konsisten untuk secara tertib membayar iuran BPJS. Apalagi ini juga merupakan program wajib bagi seluruh warga negara di Indonesia,” tambah Rini.

Apalagi menurut Rini, jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini memberikan nilai lebih karena hampir semua jenis penyakit bisa dicover. Sementara bila ikut asuransi kesehatan yang lain, banyak hal baik obat maupun jenis penyakit yang tidak tercover.

“Sebagai peserta JKN KIS, saya merasakan sendiri bahwa hampir semua jenis penyakit dan obat dicover di back-up pembiayaannya,” lanjutnya.

Sementara mengenai pelayanan di FKTP dimana ia terdaftar yaitu di Faskes Klinik Mitra Medicare, menurutnya pelayanannya sangat baik dan memuaskan.

“Faskes dan dokternya cukup keren. Dokter disana juga tidak segan-segan memberikan edukasi pada para pasiennya,” terang Rini.

Rini juga menyarankan agar masyarakat yang hari ini masih kurang memahami teknologi khususnya yang mendukung kesehatan, hendaknya mau belajar dan mengenalinya lebih baik lagi.

“Harus berani mencoba mengenal kemajuan tehnologi utamanya pada informasi dan komunikasi, khusunya aplikasi kesehatan yang ada, yang salah satunya adalah yang dimiliki BPJS Kesehatan,” pungkasnya. (JM01)