Bank OCBC NISP Jaga Kinerja Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19

0
4
Bank OCBC NISP Jaga Kinerja Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19
Bank OCBC NISP Jaga Kinerja Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Pandemi Covid-19 telah mengubah cara hidup masyarakat di seluruh dunia, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Mobilitas pelaku ekonomi masih terbatas sejalan dengan penerapan protokol kesehatan. Hal ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II 2020 yang diperkirakan mengalami kontraksi.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP mengatakan, Bank OCBC NISP terus bekerja keras agar dapat memberikan dukungan terbaik untuk nasabah dan masyarakat pada situasi pandemi ini. Hal ini dilakukan dengan memperkuat posisi keuangan bank, menjaga kecukupan modal, ketersediaan pembiayaan dan likuiditas dengan tidak melupakan pentingnya kesehatan dan keselamatan seluruh pemangku kepentingan.

“Berbagai inisiatif yang kami sediakan untuk mendukung nasabah individu dan korporasi telah memberikan dorongan positif dan kami terus merespon kebutuhan nasabah sehingga bisa terus #BergerakMaju bersama menggerakkan perekonomian Indonesia,” terangnya, melalui media rilis yang diterima jatimmedia.com, Rabu (29/7/2020).

Dengan strategi yang difokuskan pada peningkatan CASA, produktivitas, efisiensi dan konsistensi menjaga kualitas kredit, Bank OCBC NISP terus melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan pada kuartal II 2020.

Pada semester 1 2020 ini, Bank OCBC NISP mencatat laba bersih sebesar Rp 1,6 Triliun naik dari Rp1,5 Triliun pada semester 1 2019. Laba sebelum pajak bertumbuh sebesar 3% YoY menjadi Rp2,1 Triliun.

Sementara upaya peningkatan pendapatan non bunga, tercermin dari pertumbuhan pendapatan operasional lainnya menjadi sebesar Rp 1,2 Triliun pada semester 1 2020, naik sebesar 24% dari Rp 1 Triliun pada semester 1 2019. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan transaksi valuta asing dan surat berharga.

Selain itu, secara keseluruhan nilai transaksi di e-channel Bank OCBC NISP juga meningkat 69% YoY hingga Juni 2020. Total pengguna internet banking dan ONe Mobile (mobile banking dari Bank OCBC NISP)  masing-masing meningkat lebih dari 45% YoY.

“Nilai transaksi di ONe Mobile meningkat 2 kali lipat, sementara frekuensinya bertumbuh sebesar 69%,” ujar Parwati.

Sementara itu, pada akhir Juni 2020, Bank OCBC NISP berhasil menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp 135,3 Triliun atau tumbuh sebesar 4% dari Rp 130,4 Triliun pada akhir Juni 2019. Dan per Juni 2020, dana CASA Bank OCBC NISP tumbuh 21% YoY sehingga mencatatkan rasio CASA sebesar 43,8% dari total dana pihak ketiga. Peningkatan CASA ini didorong oleh tren penurunan konsumsi masyarakat dan kesadaran masyarakat untuk menabung.

Pada akhir Juni 2020 ini, Bank OCBC NISP menyalurkan kredit sebesar Rp 117,6 Triliun. Dan di tengah kontraksi ekonomi nasional, Bank OCBC NISP mempertahankan rasio NPL (non-performing loan) net sebesar 0,9% dan bruto sebesar 1,8%. Kondisi perekonomian Indonesia yang melambat karena pandemi COVID-19, turut mempengaruhi permintaan kredit.

“Penurunan permintaan kredit ini sejalan dengan perlambatan penyaluran kredit di industri perbankan, termasuk di Bank OCBC NISP,” tambah Parwati.

Posisi keuangan yang kokoh ini juga merupakan dasar Bank OCBC NISP menghadapi dan #BergerakMaju di tengah pandemi Covid-19. Kesehatan keuangan Bank masih terjaga pada kuartal II 2020, terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) yang berada pada level 20,7% dan rasio ketersediaan dana untuk memenuhi kewajiban (Liquidity Coverage Ratio) yang mencapai 170,1%. (JM01)