Bank Jatim Akan Tingkatkan Layanan Keuangan Syariah Jawa Timur

0
16
Memorandum Of Understanding (MoU) Bank Jatim dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia Kompartemen Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (ASBISINDO)

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Melalui Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia Kompartemen Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (ASBISINDO), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) melalui Unit Usaha Syariah (UUS), menyatakan komitmennya untuk meningkatkan layanan keuangan perbankan syariah di Jawa Timur.

Penandatanganan MoU yang dilakukan secara langsung oleh Direktur Keuangan bankjatim, Ferdian Timur Satyagraha dan Ketua Kompartemen Bank Pembiayaan Rakyat Syariah DPW ASBISINDO Jawa Timur, Slamet Riyanto ini juga disaksikan langsung oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono.

Ferdian Timur Satyagraha selaku Direktur Keuangan bankjatim menjelaskan, ruang lingkup kesepahaman ini adalah penyediaan kebutuhan jasa layanan keuangan yang meliputi penyediaan dana, penyimpanan dana, layanan sistem pembayaran dan jasa lainnya

Bank Jatim Akan Tingkatkan Layanan Keuangan Syariah Jawa Timur

“Fungsi UUS bankjatim dalam kesepahaman ini adalah lembaga APEX, yaitu sebagai Pooling Of Fund dan Lender Of The First Resort bagi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Dengan demikian bankjatim memiliki tugas untuk memperkuat bisnis dan mendukung kesehatan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Jawa Timur,” terang Ferdian di Hotel Golden Tulip Holland Resort Batu, Senin (24/6/2019).

Ferdian menambahkan, bankjatim juga memiliki fasilitas-fasilitas yang mumpuni sebagai Lembaga APEX Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, mulai dari fasilitas e-channel yang lengkap (ATM, sms banking, internet banking, mobile banking, dan jatimcode) hingga Jatim Elektronik Transfer Sistem (JETS).” Imbuh Ferdian.

“Dengan adanya MoU ini, bankjatim berharap kedepan dapat meningkatkan kinerja UUS bankjatim yang sampai dengan Mei 2019 posisi aset sebesar Rp. 2,2 triliun, dana pihak ketiga sebesar Rp. 1,6 triliun, dan pembiayaan yang diberikan sebesar Rp. 1,25 triliun. Pembiayaan yang diberikan didominasi oleh pembiayaan kepada UKM sebesar Rp. 932,6 miliar,” pungkas Ferdian. (jm01)