Bank Indonesia : Dampak Virus Corona Tidak Berlangsung Lama

0
20
Gubenur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (foto: istimewa)

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Dampak negatif dari penyebaran virus Corona (Covid-19) masih terus menjadi kekuatiran banyak pihak, terutama dalam dunia bisnis. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk mengurangi dampak negatif dari penyebaran virus Corona.

Gubenur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, dampak penyebaran virus Corona tidak akan berlangsung lama. Bahakn diperkirakan perekonomian akan pulih dalam dua bulan mendatang.

“Dalam jangka pendek, perekonomian memang akan tertekan. Namun perekonomian diperkirakan akan mengalami pemulihan, membentuk pola “V”. Hal ini merujuk pada kasus serupa pada 2003 lalu yang mana perekonomian sempat melambat akibat penyebaran wabah Severe acute respiratory syndrome (SARS),” terangnya di kompleks Bank Indonesia Jakarta.

Meski mengakui pengaruh terbesar dan terparah (virus Corona) pada Februari dan mungkin sebagian Maret, namun Perry optimistis kondisi perekonomian kembali membaik pada April.

“Meski akan mulai membaik pada April, tapi pemulihan ekonomi baru bisa optimal setelah enam bulan kedepan,” tambah Perry.

Apalagi, menurut Perry, pemerintah juga telah mengumumkan paket kebijakan (stimulus) guna mengurangi potensi perlambatan ekonomi di dalam negeri akibat wabah Covid-19.

Beberapa insentif yang dikeluarkan antara lain, diskon tarif tiket pesawat di 10 destinasi wisata, penambahan Rp 50.000 untuk setiap penerima kartu sembako, hingga peningkatan subsidi bunga kredit rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pemerintah juga berkomitmen memaksimalkan belanja, khususnya hibah dan bansos, pada triwulan I/2020.

“Kami prediksi Maret sampai April seharusnya sudah pulih, meski belum total. Setelah itu, Insyaallah dari April Mei Juni akan terjadi pemulihan,” pungkas Perry. (JM01)